Polsek Deli Tua Gerebek Lokasi Tembak Ikan
Gelar PAM Antisipasi Tawuran Dan Ops Yustisi,AKBP R.DAYAN: Diharapkan Masyarakat Belawan Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif
Belawan, JournalisNews.com – Dalam rangka pelaksanakan kegiatan Ops Yustisi penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dan pengamanan antisipasi tawuran antar pemuda di Kecamatan Medan Belawan,Polres Pelabuhan Belawan bersama dengan TNI dan Muspika Kecamatan Medan Belawan melaksanakan pengamanan dan patroli berskala besar.
Tawuran di Belawan ‘Ibaratkan’ Majikan Tunggui Ikan Asin Takut Disambar Kucing
Belawan, JournalisNews.com – Tawuran di Belawan ibaratkan “majikan tunggui ikan asin takut disambar kucing”.Artinya bila di tongkrongi daerah yang sering terjadi tawuran oleh petugas keamanan,maka tawuran akan senyap,tapi bila petugas tidak ada stand by di lokasi yang rawan sering terjadinya tawuran,maka bak film action tawuran kembali beraksi dengan sebab dan musabab yang tidak jelas.
Beberapa lambang Group yang ada di Medsos diduga sebagai ajang untuk merekrut anggota tawuran (foto,Ist)
Sambungnya,memang tidak bisa dipungkiri dari pengaruh krisisnya moral yang terjadi diperparah lagi dengan dahsyatnya masyarakat yang rata-rata terjadi pada kaum millinial dengan kecanduan mengkomsumsi narkoba juga menjadi faktor yang signifikan terjadinya gangguan kamtibmas seperti tawuran.
Terakhir sebelum mengakhiri obrolannya dengan awak media ini,Muhammad Yahya Nasution mengharapkan masyarakat Belawan dapat merubah paradikma dalam berfikir untuk saling menghargai,menghormati dan saling peduli kepada sesama.Masyarakat asli Belawan diharapkan tidak mudah terpengaruh dengan budaya kehidupan orang perantauan atau pendatang yang datang dan menetap di Belawan,yang nota benenya peradabannya bertolak belakang dengan gaya hidup masyarakat asli Belawan.
“Bila saya berbicara dari hasil analisa pengamatan di medsos,pemicu tawuran di Belawan dan sekitarnya yang kerap terjadi,faktor yang paling signifikan yakni diawali ada group anak-anak usia millinial dengan saling ejek yang akhirnya janjian untuk ketemu secara berkelompok untuk perang terbuka alias tawuran.Selanjut para anak-anak kaum millinial tersebut memposting aksi tawuran tersebut ke medsos seperti group di Facebook,mereka bangga bila group mereka paling hebat bila tawuran.Seperti group di Facebook yang namanya KAMCE (Kampung Ceria) sukses merekrut yang rata-rata anak-anak usia millinial mencapai angka 1.909 orang sebagai anggotanya.Dalam kurun waktu 3 hari bisa bertambah mencapai 100 orang sebagai anggota ,”tulis Subhan mengawali komentarnya di pesan WhatsApp yang di terima kru JournalisNews.com,Minggu (23/5/2021).
Lebih lanjut kata Subhan,ada beberapa anak usia millinial yang sengaja membuat group di media sosial seperti Facebook dengan memposting gaya tik tok yang berjoget-joget dengan disertai kata-kata yang tidak etis untuk disebutkan sambil si anak tersebut memegang senjata tajam jenis kelewang atau celurit.
Polsek Medan Baru Amankan Maling HP
Polsek Percut Seituan Adakan GKN Amankan Mesin Jackpot
Indra Pura Kota Menjadi Target Paling Rawan Operasi Yustisi Ditingkatkan
Polda Sumut Cek Pos Penyekatan di Langkat
Polsek Medan Timur Bersama Tiga Pilar Gelar Operasi Yustisi
Polsek Medan Timur Santuni Warga Kurang Mampu
Muspika Plus Medan Deli Tindaklanjuti Surat Edaran Walikota Medan No.44O/3794 Tentang PPKM
Medan Deli, JournalisNews.com – Dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Wali Kota Medan Nomor 440/3794 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masayarakat (PPKM) skala Mikro terkait pengendalian memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,Muspika Kecamatan Medan Deli bersama dengan Bhabinkamtibmas Polsek Medan Labuhan,Babinsa Koramil 11/MD,Satpol PP Kota Medan dan tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Medan Deli melakukan sosialisasi peringatan keras prihal penerapan protokol kesehatan (Prokes) ketempat-tempat keramaian masyarakat,Sabtu (22/5/2021) malam.
Dalam amanatnya,Irfan Asardi Siregar selaku mewakili Camat Medan Deli menyampaikan bahwasanya kegiatan sosialisasi ini selain menindaklanjuti surat edaran Wali Kota Medan,kegiatan ini juga merupakan bentuk keprihatinan kita terhadap masyarakat khususnya warga Kecamatan Medan Deli yang tidak peduli dengan pelaksanaan protokol kesehatan,seperti tidak memakai masker dan bentuk keprihatinan terhadap tempat-tempat usaha yang tidak menyediakan tempat untuk mencuci tangan dan terkesan melakukan pembiaran terhadap pengunjung yang tidak memakai masker tanpa ada peneguran dan tidak dilaksanakannya pengecekan suhu badan oleh pihak keamanan ditempat usaha tersebut seperti Swalayan dan Cafe.
Usai pelaksanaan apel gabungan Muspika Plus Kecamatan Medan Deli bergerak menuju tempat-tempat keramaian masyarakat,yang pertama menuju ke Apotik Raya 4 yang berada di Jalan RPH Mabar,ditempat ini Muspika Plus dan tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Medan Deli banyak menejumpai masyarakat yang berbelanja obat tidak memakai masker dan dilakukannya pengukuran suhu badan.
Atas temuan tersebut,Plh Kelurahan Mabar memanggil dan menegur pemilik atau pengusaha Apotik Raya 4 tersebut dengan keras agar setiap pengunjung yang datang disarankan harus memakai masker,bila membandel sebaiknya masyarakat tersebut tidak usah dilayani bila ingin membeli obat.






















