Medan, JournalisNews.com – Praktisi hukum sekaligus Dekan Fakultas Hukum dan Pendidikan Universitas Battuta Junaidi Lubis,S.H.,M.H mengapresiasi penuh kinerja Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H beserta jajarannya atas keberhasilan kepolisian menangkap pelaku penganiayaan brutal terhadap sepasang suami istri (pasutri), di mana sang istri sedang dalam kondisi hamil yang sempat viral di media sosial TikTok dan Instagram serta Facebook.
Insiden yang sempat viral di media sosial tersebut diketahui terjadi di lintasan terowongan rel jalan Baru, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas—salah satunya diunggah oleh akun Instagram @medanheadlines.newss—terlihat jelas tindakan arogan dua oknum preman. Selain tega menendang perut korban yang sedang mengandung dan memukul suaminya, salah satu pelaku juga diduga kuat memegang senjata jenis Air Sofgan untuk mengintimidasi korban suami istri tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula saat pasutri tersebut merasa takut melintas pada Rabu sore (3/6/2026) karena adanya aksi tawuran yang kerap pecah di atas terowongan rel Jalan Baru. Namun, ketakutan korban justru berujung pada tindakan penganiayaan brutal oleh para pelaku di lokasi kejadian.
Pada akhirnya berselang beberapa jam setelah kejadian, Timsus Jaga Cegah Sigap (JCS) Polrestabes Medan menangkap kedua pelaku pada Rabu malam (3/6/2026) dan perlu diketahui mereka merupakan sosok yang kerap disebut “Pak Ogah. Salah seorang pelaku yang terlihat mengenakan celana loreng bekerja sebagai tukang las serta pelaku lainnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Setelah penangkapan, diketahui preman yang tampak di video memegang senjata, ternyata air soft gun.
Praktisi Hukum sekaligus Dekan Fakultas Hukum dan Pendidikan Universitas Battuta, menilai bahwa Kapolrestabes Medan dan jajarannya sudah bertindak cepat dan tegas. Kekerasan terhadap perempuan hamil serta dugaan kepemilikan air soft gun merupakan pelanggaran hukum berat yang sangat meresahkan masyarakat serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Terima kasih atas atensinya Bapak Kapolrestabes Medan yang sampai saat ini konsisten dan berkomitmen menjaga integritas dalam penegakan hukum. Langkah ini memberikan rasa aman dan mengedepankan rasa kemanusiaan dalam memberikan keadilan terhadap korban, apalagi penganiayaan ini terjadi terhadap seorang ibu hamil dan suaminya,” pungkas Junaidi, sapaan akrabnya.
Junaidi Lubis percaya bahwa di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak, Polrestabes Medan akan terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Langkah tegas seperti ini sangat penting demi memberikan rasa aman kepada warga, khususnya di kawasan Tembung yang selama ini dinilai rawan aksi premanisme, kriminalitas dan tawuran.(JN -Abdul Halil)
