Medan, JournalisNEWS.com – Tepatnya di lokasi pembuangan sampah jalan Garu 1 Ujung tepatnya di tepi pinggiran sungai deli ada pemulung yang tetap bersemangat, adalah Stepen yang sedang mengais rezeki di malam tahun baru.
Stepen biasanya berkeliling mengitari Kota Medan dari tempat pembuangan sampah satu ke tempat sampah lainnya, hal itu dilakukannya untuk menghidupi ketiga anaknya, anak pertama masih sekolah di bangku kelas 3 SD, anak kedua masih TK, dan anak ketiga berumur 1 tahun 6 bulan, dirinya bertempat tinggal di Jalan Selambo/Tanah Garapan, Denai.
Kegiatan memulung yang di lakukan Stepen mulai dilakukannya pada tahun 2019, pada masa covid muncul hingga saat ini yang rutin dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Dirinya memungut sampah – sampah di pembuangan sampah Jalan Sisingamangaraja, Brigjen Katamso, Juanda, Multatuli, dan Polonia.
Bukan hanya sampai disitu perjuangan mengais rezeki dilakukannya, tapi juga ke sampai restoran – restoran yang beranjak tutup, maka sampah sampahnya dipunguti Stepen hingga larut malam, terkadang pulangnya sampai pukul 02.00 Wib. Adapun restauran yang sering didatanginya yakni, Restauran Saborikitan, Cafe Brother/Polonia dan lainnyam, sementara di siang harinya Stepen menyortir barang – barang bekas yang diambilnya, seperti plastik, karton, karena beda – beda harganya.
Mirisnya semenjak bulan Agustus 2023 harga barang bekas anjlok menurun contohnya harga plastik asoy biasanya 3.500/Kg, kini 1.400/Kg, akibatnya penghasilan Steven menurun drastis, biasanya satu bulan penghasilan rata – rata Rp 1.500.000,00. Kini penghasilannya hanya Rp 800.000,00 perbulannya. (Erni Wida Wati)
