Batu Bara, JournalisNEWS.com – Kepala Desa Suka Jaya Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara Parul Rozi, SH, dalam hal ini diwakili Sekretaris Desa Khairul melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat nelayan dalam hal keselamatan nelayan di laut. Kamis, (24/8/2023).
Disampaikan Khairul kepada awak media,”kegiatan ini dilakukan atas usulan masyarakat nelayan pada Musdes Tahun 2022 yang lalu, dan anggaran kegiatan ini dari Dana Desa 2023,” jelasnya..
Tujuan kegiatan ini dilakukan, walaupun dari Dinas Perikanan telah melakukan sosialisasi tentang keselamatan nelayan, Pemerintahan Desa Suka Jaya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat nelayan untuk kembali mengingatkan kepada nelayan perlunya menjaga keselamatan saat melaut, hal ini sengaja diundang sebagai nara sumber dari Bab Informal Pos Angkatan Laut (Babimpotmal) Kecamatan Tanjung Tiram Koptu Mawardi,
Dijelaskan Mawardi kepada media,”kami diundang oleh pemerintah desa untuk menyampaikan materi tentang keselamatan nelayan yang lagi beraktivitas di laut, dan juga sebagai tugas kami membina nelayan pada Desa pesisir, untuk memberi pengetahuan kepada nelayan agar dapat meminimalisir terjadi kecelakaan di laut,” ungkapnya.
“Masih banyak kejadian kecelakaan di laut, karena nelayan itu masih banyak kurang memahami berlaku di laut. Sementara Pekerjaan nelayan itu memiliki nilai resiko yang tinggi, dan masih banyak kejadian dilaut seperti terjatuh dilaut, terpeleset, atau tiba-tiba sakit,”tambahnya.
Adapun materi yang disampaikan kepada nelayan yaitu, sebagai nelayan itu berlaku saat berangkat di laut, pada saat di laut dan kembalinya kelaut, supaya dapat memberikan edukasi kepada nelayan bagaimana nelayan itu dapat menciptakan kerja untuk keselamatannya di laut.
Nelayan cukup antusias dalam masalah sosialisasi ini, karena hal-hal ini bersifat umum dan banyak disepelekan, sehingga dilupakan tentang keselamatan kerja nelayan saat melaut. Nelayan berharap agar pengusaha nelayan (toke) dapat melengkapi peralatan untuk keselamatan di laut seperti, perlengkapan P3K dan alat pelampungnya.
Terakhir masyarakat nelayan merasa resah tehadap kehadiran Teng Kerang dari Tanjung Balai dan minta sikapi oleh Angkatan Laut,” Lanal TBA sudah melakukan upaya, agar mereka tidak beroperasi di wilayah/zona tangkap nelayan tradisional, supaya mereka mengikuti Peraturan yang sudah ditetapkan Pemerintah yaitu di atas 3 mil, agar tidak sampai terjadi percekcokan dengan Nelayan kecil yang ada di Batu Bara,” tutup Mawardi.
Turut hadir, Kepala Desa Parul Rozi, SH, dalam hal ini diwakili Sekretaris Desa Khairul, Babimpotmal Koptu Mawardi, Pendamping Desa, Perangkat Desa, Kepala Dusun, dan masyarakat nelayan. Di akhir acara Pemerintah Desa Suka Jaya memberikan nasi kotak makan siang dan amplop sebagai pengganti transport, dan berfoto bersama. (Erwanto)
