Selasa, Juli 16, 2024
spot_img
spot_img
BerandaKriminalBWSS II Diduga Korupsi Anggaran Proyek, Kajati Sumut Diminta Usut

BWSS II Diduga Korupsi Anggaran Proyek, Kajati Sumut Diminta Usut

 

Medan, JournalisNEWS.com – Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS II) diduga menyalahgunakan anggaran proyek yang mencapai miliaran rupiah terindikasi korupsi. Terkait itu Kepala BWSS II harus bertanggungjawab, demikian disampaikan Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi dan Penindasan (Koman Koran) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

Dalam orasinya, mereka mendesak Kejati Sumut agar memeriksa Kepala BWSS II atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi anggaran proyek. Hal itu disampaikan Ketua Koman Koran, Dedy A Ritonga saat melakukan unjuk rasa, di depan kantor Kejati Sumut, dan Kantor BWSS II Jalan AH Nasution, Rabu (29/3) lalu.

Koman Koran menyoroti lima program BWSS II yang dilaksanakan di Kabupaten Mandailing Natal dan Kota Medan. Lima program ini mulai dari pemeliharaan, rehabilitasi sungai dan pembangunan sarana dan prasarana menelan biaya miliaran rupiah. “Yang Kami temukan dilapangan pekerjaan ini terkesan sangat asal-asalan. Kami menduga kuat ada praktek korupsi, kami juga menduga pekerjaan ini tidak sesuai dan menimbulkan kerugian negara,” kata Dedy dengan tegas.

Lebihlanjut dikatakan Dedy serasa meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit, Karena pekerjaan ini diduga melewati Tahun Anggaran Pelaksanaan. “Kita meminta Menteri PUPR agar mencopot Kepala BWSS II yang kami duga main mata dengan para kontraktor. Kejati Sumut periksa PPK dan Kepala BWSS II,” pungkasnya.

Sementara itu, awak media masih berusaha melakukan konfirmasi kepada Kepala BWSS II, namun Yuda masih enggan memberikan keterangan. Berikut tudingan proyek BWSS II yang diduga merugikan uang Negara, sehingga perlu dilakukan penyelidikan dan menyidikan diantaranya :

1. Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Sungai Deli dengan Pagu sebesar Rp.18.786.577.333,05,- Tahun Anggaran APBN 2022 dengan Pemenang Tender Proyek ini adalah Sarjis Agung Indrajaya.

2. Pemeliharaan Bendung D.I. Batang Angkola Kabupaten Mandailing Natal dengan Pagu Anggaran sebesar Rp.1.250.000.000,- harga penawaran Rp1.000.000.000 harga terkoreksi Rp.999.999.999,99,- Tahun Anggaran APBN 2022 dengan Pemenang Tender CV. Nagasaribu.

3. Pemeliharaan DI.Batang Angkola Kiri (D.I Siabu) Kabupaten Mandailing Natal dengan pagu TA2022 sebesar Rp.1.300.000.000, Harga Penawaran Rp1.040.000.000, harga terkoreksi Rp.1.040.000.000,- Tahun Anggaran APBN 2022 yang mana pemenang tendernya adalah CV. Sinar Anugrah.

4. Pemeliharaan Bendung D.I Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal dengan Pagu Anggaran Rp.800.000.000,- Harga Penawaran Rp.640.000.000,- harga terkoreksi Rp.640.000.000,- Anggaran APBN 2022 Dengan Pemenang tender Daksa Kreasi.

5. Supervisi Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal dengan Pagu Anggaran Rp.800.000.000,- dengan harga penawaran Rp.742.025.900,- dengan harga terkoreksi Rp.742.025.900,- Tahun Anggran APBN 2022 pemenang tender CV Patoya Indah.

Terkait dugaan tersebut, penyidik diminta mendalami informasi yang disampaikan Dedy agar segera membentuk tim investigasi atas dugaan penyalahgunaan anggaran proyek yang terindikasi merugikan keuangan negara.

Sayangnya, hingga berita ini dilansir Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum berhasil dimintai tanggapan. Hal yang sama Kepala BWSS II dan PPK masih enggan memberikan klarifikasi. (Tim)

Loading

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments