Nagan Raya | JournalisNEWS.com : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Siti Zaidar S ST MKM, menghimbau tenaga kesehatan untuk turun ke masyarakat dan berperan aktif melakukan kontrol kesehatan terhadap masyarakat.
Tujuannya sendiri adalah agar dapat mendata penyakit ditengah masyarakat secara umum. Kemudian mengedukasi masyarakat dan tentunya mendampingi masyarakat, terutama pada masyarakat yang menderita penyakit permanen seperti kelumpuhan salah satunya.
“Tenaga kesehatan harus berperan aktif ditengah masyarakat dan kita Dinas Kesehatan yang menaungi Puskesmas dan Pustu menghimbau agar tenaga kesehatan lebih berperan aktif dan itu memang tanggung jawabnya,” ujar Siti Zaidar ketika ditemui di kantornya.
Dia menambahkan, selain edukasi dan pendampingan pihak tenaga kesehatan juga harus melakukan penanganan, jika harus mendapat perawatan secara medis di Puskesmas pasien harus dibawa. Sedangkan jika harus ke rumah sakit tenaga medis dapat berkordinasi dengan pihak rumah sakit.
Artinya, dalam hal ini masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan. Sedangkan ketika edukasi telah dilakukan, pasien tidak berkeinginan mendapatkan tindakan medis, dalam hal ini paling tidak tenaga kesehatan di tingkat Desa sudah menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya.
Sedangkan terkait Polio, Siti Zaidar mengaku, kontol yang dilakukan petugas medis di tingkat Desa termasuk mendeteksi hal tersebut. Selain mendeteksi, juga mengimbau masyarakat agar tetap pergi ke Posyandu.
Kemudian, mengedukasi untuk menjaga kebersihan dan tentunya tidak buang air besar sembarangan. Terutama pada air yang mengalir. Sebab, hal terebut dapat menyebarkan virus atau bakteri. “Kita akan turun dan mendeteksi apakah ada gejala yang menjurus pada Polio. Memang sejauh ini belum ditemukan. Namun, kewajiban kita untuk mendeteksi hal itu,” jelasnya.
Dalam hal ini, Siti Zaidar menghimbau kepada masyarakat agar pergi ke Posyandu. Sehingga, penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi tidak ada lagi. “Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi harusnya tidak ada lagi,” kata Kadis Kesehatan. Senin 21 November 2022. (Didit)
