Minggu, Oktober 17, 2021

EPZA Apresiasi Mengkopolhukam: Aparat Jangan Buru-Buru Tetapkan Pelaku Pembakaran Masjid Orang Gila

Must Read
Medan, JournalisNews.com – Eka Putra Zakran, SH MH pengamat hukum dan sosial Sumut, mendukung dan memberikan apresiasi terkait peringatan yang disampaikan Menkopolhukam kepada aparat kepolisian supaya tidak terburu-buru menyatakan pelaku memiliki gangguan kejiwaan dalam kasus pembakaran Mimbar Masjid Raya Makasar. Hal itu dikatakan EPZA sapaan akrab Eka Putra Zakran kepada awak media Kamis (30/9) di Medan.
Kali ini saya apresiasi dan mendukung sepenuhnya pernyataan Mengkopolhukam Prof. Mahfud MD soal pelaku pembakaran mimbar Masjid agar aparat kepolisian jangan terburu-buru menetapkan pelaku sebagai orang yang mengalami ganguan jiwa atau orang gila. Mengapa, karena bukan polisi yang berwenang menetapkan hal itu, biarlah itu menjadi domainnya hakim di pengadilan. Jadi hakim yang berhak memutuskan hal itu, bukan polisi.
Masih menurut EPZA, belakangan banyak teror, intimidasi dan penganiayaan terhadap ustad dan ulama, termasuk ancaman kekerasan terhadap Masjid atau rumah ibadah lainnya. Nah, mereka para pelaku teror ini gak bisa dibiarkan. kalau perlu diburu sampai ke akar-karnya.
Jangan ada yang bermain api atau memancing di air keruh, khususnya dalam konteks merawat keharmonisan dan kerukunan serta kebebasan beragama bagi pemeluknya.
Seperti bebera hari yang lalau, Prof Abdul Mukti Sekjen PP Muhammadiyah juga menyatakan, terkait aksi kekerasan terhadap ulama, jangan ada yang bermain api. Saya sepakat itu, kalau misalnya ada kelompok tertentu yang menjadi otak atau dalang pengendali tetor, intimidasi dan ancaman terhadap ulama serta rumah ibadah. Hemat saya tak ada tempat bagi mereka di NKRI ini, pendeknya mereka harus di bumi hanguskan dan/atau setidak-tidaknya mereka wajib dihukum berat, tegas EPZA.
Sebagaimana dikatakan Mahfud MD bahwa pemerintah tak sepakat jika pelaku kekerasan terhadap Masjid langsung dinyatakan sebagai orang gila.
Hanya pengadilan yang berhak menyatakan status kejiwaan seorang pelaku tindak pidana. Kalau ada keraguan bahwa pelaku sakit jiwa, biar hakim yang memutuskan, kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.
Dikatakan Mahfud, pemerintah pun menyesalkan atas tindakan pembakaran mimbar di Masjid Raya Makasar, Sulawesi Selatan tersebut.
Dirinya sudah memerintahkan kepolisian melanjutkan penyelidikan dan penyidikan pelaku pembakaran Mimbar Masjid di Makasar untuk diproses hukum.
Mahfud memerintahkan kepada aparat di pusat dan di daerah untuk meningkatkan pengawasan, kesiapsiagaan untuk menjaga keamanan dan membanguan harmoni ditengah masyarakat.
Nah, dari semua yang telah disampaikan Memgkopolhukam tersebut, hemat saya semua pihak dan setiap orang harus mendukung pernyataan tersebut demi mewujudkan harmoni, kepastian hukum dan keadilan ditengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, tutup EPZA anggota DPC Peradi Medan yang juga merupakan Kadiv Infokom KAUM itu.(Abd Halil)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Gerakan Nasional Percepatan Vaksinasi Covid 19 Untuk 7 Juta Warga Perkebunan dan Desa – Desa Produktif

  Batu Bara, JournalisNEWS.com - Untuk mendukung suksesnya pemberian vaksin kepada masyarakat. Sehingga kembali lagi aktivitas normal, Pemerintah bekerja sama...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img