Jumat, Juli 12, 2024
spot_img
spot_img
Berandamedan utaraEkspor Jagung Sangrai Sumut ke Singapura Terus Meningkat

Ekspor Jagung Sangrai Sumut ke Singapura Terus Meningkat


Belawan, JournalisNews.com –
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mencatat adanya peningkatan permohonan fasilitasi ekspor jagung sangrai asal Provinsi Sumatera Utara ke Singapura.

Tercatat, sejak awal tahun 2021 
sebanyak 53 ton komoditas ini telah dikirim ke negeri Singa dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 484 juta. Sementara sepanjang tahun 2020 dengan 3 kali pengiriman sebanyak 54 ton dan senilai Rp.425 juta saja.
“Tren permintaannya meningkat, bahkan hampir dua kali lipat,” kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto melalui keterangan tertulisnya di Belawan, Senin (28/6).

Menurut Yusmanto, jagung sangrai yang diekspor telah melalui  serangkaian tindakan karantina, yang sesuai dengan persyaratan ekspor negara tujuan.

Masih menurutnya, salah satu komoditas unggulan ekspor Sumut ini masih diolah secara konvensional, yakni dengan cara memasak jagung pipil kering tanpa menggunakan minyak goreng. Dan inilah yang diminati pasar di Singapura, tambahnya.
“Sampai sekarang masih Singapura yang menjadi tujuan ekspor jagung sangrai ini dan di  negara tujuan digunakan  sebagai bahan baku industri pangan,” terang Yusmanto lagi.
Pada saat yang sama, Karantina Pertanian Belawan melakukan sertifikasi karantina terhadap 17,5 ton jagung sangrai dengan nilai Rp. 161 juta untuk memenuhi permintaan pasar negeri Singa ini.
“Kedepan, tentunya pasar lain dapat terbuka untuk komoditas ini,” imbuhnya.
*Dorong Hilirisasi Asal Produk Pertanian*
Bambang,  Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) dari tempat terpisah, menyampaikan apresiasi kepada petani jagung dan pelaku usaha jagung asal Sumut. 
Menurutnya, produk olahan jagung ini telah turut mendukung gerakan tiga kali lipat ekspor atau Gratieks yakni program upaya peningkatan ekspor yang digagas oleh  Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red).  
“Inovasi produk pertanian yang sangat market oriented, sangat digemari sehingga permintaan dapat terus meningkat,” ujarnya.
Menurut Bambang, pihaknya akan terus memacu ekspor pertanian agar dapat memberikan nilai lebih bagi petani jagung olahan. Disamping itu juga  Kementan menaruh perhatian khusus untuk hilirisasi industri produk pertanian. Selain deregulasi aturan untuk mendorong  iklim investasi yang dilakukan pemerintah, penyaluran pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus digencarkan.
“Silahkan manfaatkan fasilitas ini,  produk jagung  seperti jagung sangrai yang sudah memiliki pasar ekspor akan memberi nilai tambah sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani,” tutup Bambang.
Reporter,Abdul Halil

Loading

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments