26 C
Medan
Jumat, Agustus 21, 2026
BerandaMedanOrganisasi Jurnalis Batak Intelektual Bersatu Miliki Legalitas Lengkap

Organisasi Jurnalis Batak Intelektual Bersatu Miliki Legalitas Lengkap

Date:

Medan, JournalisNews.com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jurnalis Batak Intelektual Bersatu (JBIB) menegaskan bahwa keberadaan organisasinya bukanlah organisasi yang dibentuk secara serampangan ataupun sekedar nama tanpa dasar administrasi dan legalitas. Sejak berdiri pada 2023, JBIB mengaku telah mempersiapkan berbagai kelengkapan organisasi dan dokumen legalitas sebagai fondasi dalam menjalankan aktivitasnya.

Penegasan tersebut disampaikan Pendiri sekaligus Ketua Umum (Ketum) JBIB, Irena Sinaga, SH, pada Jumat (21/8/2026), di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) JBIB, Medan.

Irena mengatakan, perjalanan JBIB selama kurang lebih tiga tahun bukan sekedar berbicara mengenai nama, struktur kepengurusan maupun kegiatan organisasi. Menurutnya, sebuah organisasi juga harus dibangun dengan konsistensi, tanggung jawab, administrasi yang tertib serta legalitas yang jelas.

“JBIB berdiri tiga tahun lalu, tepatnya pada tahun 2023. Sejak awal kami tidak ingin membangun organisasi hanya berdasarkan nama atau kepentingan sesaat. Kami membangun dengan struktur, aturan, administrasi, dan legalitas yang jelas. Semua berkas kami lengkap,” tegas Irena.

Menurut Irena, keberadaan sebuah organisasi tidak seharusnya dinilai hanya dari aktivitas yang terlihat di permukaan. Deklarasi, atribut, maupun kegiatan seremonial bukan satu-satunya ukuran. Sebaliknya, organisasi harus memiliki fondasi yang jelas dan mampu mempertanggung jawabkan setiap aktivitasnya.

JBIB, lanjutnya, sejak awal didirikan dengan semangat membangun wadah bagi para jurnalis yang memiliki kepedulian terhadap profesionalisme, intelektualitas dan kepentingan masyarakat.

“Yang paling penting bagi kami adalah legalitas dan pertanggungjawaban. Kalau sebuah organisasi berdiri secara resmi dan seluruh administrasinya dipersiapkan dengan baik, maka jangan kemudian dianggap sepele hanya karena baru berusia tiga tahun,” ujar Irena.

Irena mengakui bahwa usia JBIB masih relatif muda dibandingkan organisasi-organisasi lain yang telah lebih dahulu berdiri. Namun, menurutnya, usia bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan kualitas dan kredibilitas sebuah organisasi.

Baginya, hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana organisasi menjalankan aturan, menjaga komitmen, bekerja secara konsisten, mempertahankan integritas serta mempertanggung jawabkan setiap langkah yang diambil.

“Organisasi itu bukan soal siapa yang paling lama berdiri. Bukan pula soal siapa yang paling banyak bicara. Yang menentukan adalah kerja nyata, konsistensi, integritas, dan kemampuan mempertanggung jawabkan organisasi itu sendiri,” katanya.

Sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum, Irena mengaku memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga arah perjalanan JBIB. Ia tidak ingin organisasi yang dibangun sejak 2023 tersebut kehilangan tujuan hanya karena dinamika internal maupun tekanan dari luar.

Menurutnya, organisasi kewartawanan harus berani berdiri pada prinsip. Profesi jurnalistik memiliki hubungan erat dengan kepentingan publik sehingga insan pers dituntut tetap kritis, namun sekaligus memahami batas-batas profesionalisme dan tanggung jawab.

“Jurnalis harus intelektual, harus kritis, tetapi juga harus punya tanggung jawab. Jangan kritik hanya untuk mencari sensasi. Jangan pula diam ketika ada persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Irena menjelaskan bahwa nama Jurnalis Batak Intelektual Bersatu memiliki makna yang tidak sederhana. Menurutnya, identitas “Batak” tidak boleh dipahami sebagai pembatas hubungan sosial. Sebaliknya, identitas tersebut harus menjadi energi untuk membangun persaudaraan, solidaritas dan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Sementara kata “intelektual”, kata Irena, menjadi pengingat bahwa seorang jurnalis tidak boleh berhenti hanya pada kemampuan menulis berita. Jurnalis harus mampu membaca persoalan secara lebih mendalam, melakukan verifikasi, memahami konteks serta menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

“Jangan sampai wartawan hanya mengejar berita, tetapi tidak memahami persoalan. Kita harus mampu melihat masalah secara utuh. Itulah mengapa unsur intelektual sangat penting dalam organisasi ini,” jelasnya.

Irena juga menyoroti tantangan dunia jurnalistik di era digital. Perkembangan teknologi membuat informasi dapat beredar dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut menurutnya tidak boleh mengorbankan akurasi dan kebenaran informasi.(tim)

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita Daerah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

reisx.com reisx.com deneme1 canimx deneme1