Dairi, JournalisNEWS.com – Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangasaan (PGK) Kabupaten Dairi, Songli Tatajo Lingga apresiasi pemerintah kabupaten dairi atas kembalinya dana transfer ke daerah atau TKD bernilai Rp 120 miliar yang sebelumnya mengalami pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kita patut bersyukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada pemerintah baik pusat juga daerah dalam hal ini pemerintah kabupaten dairi, atas kembalinya dana TKD 120 miliar tersebut sehingga bisa digunakan untuk percepatan pembangunan kabupaten dairi yang kita cintai ini,”tutur Songli kepada media, Senin (29/6/2026).
Kita tahu bersama pemerintah Kabupaten Dairi saat ini sedang dihadapkan dengan peningkatan beban anggaran akibat pengangkatan aparatur sipil negara (ASN), khususnya pegawai pemerintah dengan perjanjian Kerja (PPPK) yang merupakan bagian dari kebijakan nasional. Disaat yang sama, mayarakat dairi menunggu janji sekaligus program pemerintah untuk membangun infrastruktur yang sudah lama tidak ada perbaikan, baik jalan, jembatan, irigasi, dan lain sebagainya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan mayarakat.
Di tengah situasi ekonomi masyarakat yang kian sulit terlihat dari daya beli mayarakat yang semakin hari semakin melemah, ada secercah harapan yang muncul mendengar kabar kembalinya TKD 120 miliar ke kabupaten dairi. Pungkasnya.
Kini masyarakat dairi menanti realisasinya, akan dialokasikan untuk apa uang miliaran rupiah tersebut. Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Dairi sebagai organisasi kemasyarakatan yang berkomitmen pada nilai-nilai kebangsaan, mengajak seluruh elemen mayarakat dairi untuk mengawal dan mengawasi setiap rupiah uang dari pajak rakyat agar kembali sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
PGK Dairi juga mendorong dan mendukung penuh pemerintah kabupaten dairi untuk segera merealisaikan kedalam bentuk kegiatan-kegiatan pembangunan yang nyata dampaknya dirasakan oleh mayarakat. Memberikan perhatian yang serius terhadap proses percepatan administrasi agar tidak ada celah bagi siapapun yang ingin menyalahgunakan anggaran yang dimaksud.
Dengan demikian geliat ekonomi masyarakat di desa akan tumbuh kembali, dan kepercayaan publik/masyarakat kepada pemerintah pun akan semakin membaik. Sebab kedua hal ini diyakininya menjadi faktor penting dalam upaya pembangunan suatu daerah kearah yang lebih maju, tutup Songli Tatajo Lingga yang juga merupakan Alumni Sekolah Pasca Sarjana USU Prodi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Tahun 2019. (K.ujung)
