Batu Bara, JournalisNEWS.com – Proyek Peningkatan Ruas Jalan Desa Pasir Permit Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara menuju Air Hitam yang menelan anggaran hampir 20 Milyar dari Dana DAK Tahun 2023 terkesan seperti dikerjakan asal jadi.
Pasalnya, dari amatan awak media bersama Tim Investigasi Lembaga Ruang Keadaan Republik Indonesia (LRKRI) di lokasi, yang mana proyek tersebut mulai dikerjakan di bulan Juni hingga Oktober 2023 ini, terlihat hampir di sepanjang turap timbun yang sudah selesai dikerjakan mengalami keretakan dimana – mana yang sangat parah. Rabu, (4/10/2023).
Sebagian turap yang retak sudah dibongkar untuk dikerjakan ulang, sementara itu masih ditemukan yang lainnya ada yang di tampal sulam, ada yang akan tumbang, dan ada juga yang patah dan miring. Selain itu, ruas jalan yang sedang dalam tahap pengerasan basecourse juga terlihat seperti asal jadi tidak sesuai dengan spesifikasi, terlihat di beberapa titik ruas jalan berlobang, tidak dilakukan penimbunan oleh pihak penyedia jasa.
Sejauh pantauan, ruas jalan yang sedang berlangsung terlihat besi bekas rabat beton yang lama langsung ditimbun basecourse sementara besi timbul keluar di permukaan jalan hampir 1 meter tidak di potong. Kemudian plat deker yang berlobang tidak dilakukan penimbunan sehingga menghambat para pengguna jalan khususnya anak – anak Sekolah yang berlalu lalang dan masyarakat yang sedang membawa bahan.
Dan juga gorong gorong plat deker yang ada di Dusun VI Desa Pasir Permit mengalami penyumbatan, sehingga warga mengeluh dan menghawatirkan apabila hujan terus-menerus akan mengakibatkan banjir. Awak media mengutip dari 2 Plank Informasi, pada Plank pertama, Proyek dikerjakan CV. Bersama dengan Konsultan CV. Karya Vitaloka Konsultan dengan nilai Kontrak 7. 240.140.949,08. dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023. Kemudian plank informasi kedua, Proyek dikerjakan CV. Citra Perdana Nusantara, Konsultan Pengawas CV. Karya Duta Berama senilai 12.594.490.474,14. Dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023.
Sementara salah seorang yang ditemukan di lokasi proyek, diduga dari Dinas PUTR Kabupaten Batu Bara, enggan memberi jawaban dan melarang wartawan untuk merekam pembicaraan, dan mengaku hanya mengawasi proyek, sembari mengatakan,“langsung saja konfirmasi penyedia jasa,”imbuhnya.
Selanjutnya, orang yang diduga dari Dinas PUTR, menelepon salah seorang untuk datang ke lokasi proyek, dan beberapa menit kemudian hadir seorang yang mengaku dari perangkat Desa Pasir Permit di bagian Kaur Pembangunan, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari awak media dan Tim LRKRI, dari pantauan Tim diduga ia merasa risih atas kehadiran awak media dan Tim LRKRI di desanya, sembari mengatakan,”jangan diganggu perkejaan tersebut, biarkan sampai selesai,”ucapnya.
Tim awak media menjelaskan kepada Kaur Desa tersebut, tentang tupoksi Media hadir di desanya, media (wartawan) adalah sebagai sosial control di setiap pekerjaan pelaku penyedia jasa yang menggunakan anggaran negara, agar penyedia jasa tidak semena-mena dalam mengerjakan proyek yang sedang dikerjakannya, apalagi untuk memperkaya dirinya.
Tim investigasi LRKRI Misdi berharap,”kepada DPRD Kabupaten Batu Bara pada Komisi 1 sebagai pengawasan Infrastruktur, untuk segera lakukan peninjauan langsung di lapangan pada proyek yang ada di Desa Pasir Permit, ungkap Misdi.
Masih di lokasi proyek peningkatan ruas jalan, warga sekitar mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang telah membangun jalan penghubung antara Desa Pasir Permit menuju Desa Air Hitam yang sudah lama ditunggu – tunggu dan diharapkan. (Tim/Erwanto)
