Karo, JurnalisNEWS.com – Amry Kesuma Pelawi, Ketua PJTK (Persadan Journalist Tanah Karo) mengecam, menyesali dan menyayangkan sikap tindakan arogansi Bobby Tarigan terhadap Sekretaris PJTK John Ginting pada Minggu malam (11/6/2023) kemarin.
Menurut Amry, setelah memintai keterangan dari John Ginting yang juga Kabiro www.topkota.com, saya menilai kearogannan Bobby Tarigan terlihat di saat dirinya bersama dua orang rekannya mendatangi kediaman atau rumah John Ginting di jalan Samura Kabanjahe.
“Dari sini kita menilai, tujuan mereka bertiga mendatangi rumah korban, dan mereka langsung menuju rumah John berarti sudah direncanakan dan mencari informasi terlebih dahulu alamat rumah John sebelum bergerak,”tegas Amry KSP.
Dikarenakan tidak berada oknum (John Ginting-red) yang dicarinya dan hanya ada putri bungsu John Ginting yaitu Shella Br Ginting yang masih berumur 12 Tahun di rumah dan berkata, ini Rumah John Ginting, mana dia dengan suara agak lantang pada anaknya.
“Iya, ini rumah john Ginting, bapak di masjid, masjid mana kata mereka lagi, Masjid Taufiq Om,”ujar Amry KSP menirukan omongan John Ginting kepada wartawan, Selasa (13/06/23) di Kabanjahe.
Selanjutnya Bobby Tarigan bersama 2 orang rekannya beranjak menuju Masjid Taufiq. Sampainya di depan masjid mereka berjalan ke arah masjid. Lalu mereka menelpon John Ginting dan setelah berjumpa di sebuah Warung kopi di jalan Terus Jaya langsung berkata.
“Ayo ke Polres kita ngomong. Permintaan Bobby Tarigan dituruti oleh John Ginting sembari berjalan keluar, pas depan warung terjadi cek cok, naik mobil ku saja Iko, Iko nangkih mobilku, berapa kali Bobby memaksa John untuk menaiki mobilnya ditolak sehingga keluar kata kata kasar Kuntek ko kari sembari menunjuk jari tangannya pada john Ginting,” beber Amry KSP.
Amry melanjutkan, bahwa niat Bobby Tarigan bersama 2 orang rekannya untuk apa memaksakan John Ginting agar menaiki mobilnya. Seandainya permintaan Bobby dituruti John yang hanya sendirian, apa yang terjadi dengan keselamatan jiwa John di dalam mobilnya kita tidak tahu?,”ungkap Amry sembari bertanya kepada wartawan.
Berdasarkan itulah, saya menyesali menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Bobby Tarigan. Sementara yang katanya beliau Calon Bupati di Kabupaten Karo, sangatlah tidak pantas dan tidak wajar diperlihatkan prilaku yang kurang pantas tersebut. “Seharusnya calon pemimpin itu harus menelaah, mencermati terlebih dahulu untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas di mata Masyarakat Bumi Turang yang kental dengan adat istiadat,”ungkap Amry KSP.
Tanah Karo masih kental dengan adat istiadat, untuk itu sambung Amry KSP lagi, Calon Bupati adalah seorang pemimpin daerah jadi harus mengedepankan Merga Silima, Tutur Siwaluh, Rakut Siteluh, Perkaden kaden Sepuluh Dua Tambah Sada. Ini harus dikedepankan, bukan malah menunjukkan kejagoan dengan sikap yang kurang pantas. Terangnya mengakhiri. (Charles Sitanggang)
