Belawan, JournalisNews.com – Memasuki bulan suci Ramadhan 1446 H, organisasi sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) menggelar pengajian bersama ibu-ibu di kecamatan Medan Belawan. Bertempat di kantor KBB jalan Gulama kelurahan Belawan II Belawan, Jumat (19/12/2025) siang.
Pengajian digelar dengan mengangkat judul “Memahami Kehidupan Dalam Bersosial”.
Dalam tausiyahnya Ustadz Tgk Zakaria Yusuf selaku ketua Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) mengatakan memahami kehidupan sosial dalam Islam berarti melihatnya sebagai ibadah yang selaras dengan perintah Allah, menekankan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.
“Umat Muslim berperan aktif membangun masyarakat harmonis melalui kebaikan, keadilan, dan tolong-menolong, serta menjaga akhlak mulia seperti kasih sayang dan toleransi, dengan prinsip utama persaudaraan (ukhuwah) sesama Muslim dan manusia,” sebut ustadz Tgk Zakaria Yusuf.
Sambungnya, hadis tentang kehidupan bersosial menekankan akhlak mulia, menjaga lisan, saling mengenali, dan berbuat baik, seperti sabda “Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan, niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji” (HR. Tirmidzi).
“Pentingnya moralitas tinggi dalam interaksi sosial, serta hadis tentang lisan yang baik (“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berkata baik atau diam”), dan pentingnya saling mengenal perbedaan untuk menjaga persaudaraan (Q.S. Al-Hujurat: 13),” terang ustadz Tgk Zakaria Yusuf.
Interaksi sosial harus didasari nilai moral, menghargai perbedaan, serta menghindari keburukan seperti ghibah, menciptakan kehidupan sosial yang bermanfaat dan beradab.
“Prinsip dasar kehidupan sosial dalam islam yaitu ibadah dan keseimbangan yang pertama meliputi hidup di dunia adalah ibadah, termasuk interaksi sosial. Penting menjaga keseimbangan antara ibadah ritual (hablumminallah) dan ibadah sosial (hablumminannas),” bebernya.
Kedua yaitu tanggung jawab sosial meliputi setiap muslim punya kewajiban membangun masyarakat adil, harmonis, dan sejahtera melalui kontribusi positif, seperti tolong-menolong, sedekah, dan melawan kemiskinan.
Ketiga, nilai moral dan etika menyebutkan islam mengajarkan nilai seperti kesederhanaan, kerja keras, keadilan, kasih sayang, dan kejujuran dalam bersosialisasi.
Berikutnya yang keempat masalah nilai moral dan etika islam mengajarkan nilai seperti kesederhanaan, kerja keras, keadilan, kasih sayang, dan kejujuran dalam bersosialisasi.
“Solidaritas & Persaudaraan: Mendorong persaudaraan (ukhuwah) yang kuat antar Muslim (ukhuwah Islamiyah) dan antar sesama manusia (ukhuwah basyariyah),” pungkasnya.(JN -Abdul Halil)
