Medan Deli, JournalisNews.com – Pasca banjir bandang yang terjadi pada Jumat 27 November 2025 bulan lalu yang menerjang hampir di seluruh wilayah kota Medan banyak fasilitas sarana dan prasarana seperti jembatan gantung yang berada di Lingkungan IV Kelurahan Kota Bangun Kecamatan Medan Deli terancam rubuh dikarenakan tanah penahan tiang beton mengalami erosi.

Hasil pengamatan awak media, Senin (15/12) melihat langsung kondisi jembatan legendaris tersebut dengan posisi miring ke kanan dan tiang penyangganya terancam ambruk karena sudah tidak ada lagi tanah sebagai penahan tiang beton.

Salah seorang warga Lingkungan IV, Sarbaini (45) kepada awak media ini mengatakan penyebab tergerusnya tanah penahan tiang beton karena derasnya arus air sungai Deli diperparah lagi banyaknya batang kayu yang hanyut menabrak tiang beton.

“Semenjak kondisi jembatan gantung ini tidak bisa dilewati karena kondisinya memprihatinkan dengan posisi tanah Penahanan tiang beton mengalami erosi karena tergerus oleh air saat banjir bandang bulan November lalu, kami warga di dua kelurahan yaitu kelurahan tanah 600 dan kelurahan Kota Bangun mengalami penurunan secara draktis di sektor perekonomian karena sepinya pembeli terhadap dagangan kami,” beber Sarbaini.
Kami warga khususnya Kelurahan Kota Bangun berharap agar pemerintah kota Medan atau pemerintah provinsi Sumatera Utara segera memperbaiki atau membangun jembatan permanen, agar masyarakat dapat kembali lancar beraktifitas untuk mengangkut dagangannya maupun warga masyarakat yang ingin bekerja ke tengah kota Medan, sambungnya.
Kurang lebih sudah tiga Minggu akses jembatan gantung Kota Bangun ditutup untuk warga agar tidak melintas karena terancam rubuh, akhirnya berimbas kemacetan parah terjadi di persimpangan jalan KL Yos Sudarso Titi Papan di jam-jam sibuk. Di perparah lagi banyaknya badan jalan yang berlubang di sekitar persimpangan Titi Papan tersebut.(JN -Abdul Halil)
