Tebing Tinggi, JournalisNews.com –
Banyaknya proyek di PDAM Tirta Bulian Tebing Tinggi selama ini tentunya untuk memperlancar kebutuhan masyarakat. Agar semua masyarakat yang tinggal di Tebing tinggi dapat dengan mudah bisa mendapatkan aksesnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Karena itu, selama ini PDAM terus berbenah diri dalam memperbaiki kualitas air untuk disalurkan ke masyarakat, meskipun gebrakan gebrakan ini dilakukan PDAM setelah banyaknya keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif pembayaran dan kualitas air yang didistribusikan tidak sebanding dengan apa yang diharapkan masyarakat.
Bobroknya PDAM terlihat sejak dipimpin Khairudin sebagai Direktur hingga digantikan Hadi Sucipto yang ditunjuk Wali Kota Irdian Saragih pada Mei 2025 yang sebelumnya menjabat Kasubag Pengolahan.
Beredar kabar dari beberapa masyarakat bahwa belakangan ini air yang didistribusikan PDAM ke masyarakat sudah lumayan lancar dan kebersihannya sedikit ada kemajuan dibanding beberapa pekan yang lalu. Dan ini semua mungkin karena gencarnya beberapa media yang selalu memberitakan kebobrokan PDAM selama ini.
Bahkan kami mendengar adanya laporan salah satu LSM ke APH (Aparat Penegak Hukum) terkait kebobrokan PDAM selama ini. Dan mungkin karena itulah sekarang PDAM sibuk berbenah diri. Ungkap seorang warga Tebing Tinggi.
Adanya temuan awak media terkait pengerjaan proyek PDAM yang saat ini dikerjakan Dinas PUPR Tebing Tinggi, yang mana proyek tersebut berada di Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, terlihat di papan pengumuman proyek di kerjakan CV. Nayla Santika dengan anggaran 197.057.518 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus. Dalam kegiatan Pengembangan Jaringan dan Sambungan Rumah. Dan anehnya tidak terteranya volume yang dikerjakan, sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui sampai sejauh mana anggaran sebesar itu dapat terealisasi pengerjaannya.
Terkait dengan hal ini awak media mengkonfirmasi Muhamad Faham selaku Kabag Tehnik PDAM Tirta Bulian Tebing Tinggi pada (16/10/25), bagaimana mekanisme pengerjaan proyek tersebut. Namun anehnya Muhamad Faham mengatakan bahwa tidak pernah mengetahui proyek tersebut, bahkan dari zaman Direktur PDAM yang sebelumnya saya selaku Kabag Tehnik tidak pernah dilibatkan soal urusan proyek.
Saya tidak tahu entah sentimen karena apa mereka ke saya, seharusnya secara struktur Suhartono selaku Kasubag Perencanaan dalam semua hal kegiatan apa yang akan dibuat laporan kepada saya terlebih dahulu tapi selama ini dari mulai zaman Khairudin sampai Hadi Sucipto yang namanya proyek saya tidak pernah dilibatkan, Kasubag Perencanaan langsung ke Dirut.
Bahkan pada tahun 2022 Ada proyek NUWSP (Nasional Urban Water Suplai Projek) program kemitraan RI dengan Bank Dunia yang mengucurkan dana hingga sekitar 29 Miliar pun saya tidak pernah dilibatkan, jadi saya harap untuk soal proyek PDAM baik yang lalu hingga proyek saat ini jangan tanya ke saya, tutupnya sambil berlalu.
Sungguh sangat disayangkan, bila kita ambil kesimpulan dari jawaban Muhamad Faham, dapat diambil kesimpulan, bahwa PDAM Tirta Bulian Tebing Tinggi pada saat ini sedang tidak baik baik saja, struktur birokrasi tidak berjalan dengan baik, dan menimbulkan dugaan adanya yang ditutupi dalam hal permainan proyek di PDAM, dan patut diduga ada korupsi yang sedang berjalan. (Tim)
