Tebing Tinggi, JournalisNEWS.com – Proyek pembangunan penahan banjir diduga dilaksanakan asal- jadi, pasalnya di dalam pelaksanaan proyek di jalan Sorek Merapi Lingkungan lll, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara tidak terpasang papan informasi publik.
Seperti terpantau, Jumat (20/12/2024) media JournalisNEWS.vom bersama tim langsung di lokasi proyek pengerjaan tanggul penahan banjir tidak melihat terpasangnya papan informasi publik di lokasi pengerjaan proyek. Penggunaan anggaran proyek tidak diketahui, atau CV yang mengerjakan, dan volume panjang tanggul penahan banjir berapa meter, ketinggian tanggul penahan banjir berapa meter, kedalaman pondasi tanggul penahan banjir berapa cm, terkesan tidak transparan karena tidak ditemukan Papan Informasi publik. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar. Selain itu, kondisi pekerjaan di lapangan terkesan memunculkan adanya dugaan “korupsi”.
Kedalaman pondasi dasar dikerjakan dengan cara manual, dan kedalamannya diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Sikap tidak keterbukaan informasi publik dalam pembiayaan proyek tersebut, menimbulkan dugaan adanya penyelewengan atas pekerjaan tersebut. Seperti yang diketahui modus pekerjaan proyek tanpa menggunakan papan nama adalah indikasinya sebagai salah satu trik dugaan untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggarannya dan sumber anggaran darimana.
Jika merujuk pada Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek. dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta volume dan jangka waktu atau lama pekerjaan.
Salah seorang pekerja di proyek saat dikonfirmasi oleh media Rabu (18/12/2024) mengatakan tanggul penahan banjir sudah hampir selesai, mana papan informasi publiknya tanya awak media, jawab pekerja ada, ketika dimana dipasang papan Informasi publiknya. Oknum pekerja proyek tidak bisa membuktikan papan informasi publik dipasang di mana.
Dengan pekerjaan proyek pembangunan tanggul penahan banjir dibutuhkan material batu bronjong, semen, pasir dan besi, pekerjaan tidak sesuai dengan campuran semen atau pasir. Sementara awak media besama tim langsung melihat di lokasi tetang pengerjaan proyek pembangunan tanggul penahan banjir, ada beberapa kejanggalan dengan pekerjaan tersebut. Pekerjaan tanggul penahan banjir hampir saja selesai sudah menimbulkan keretakan di bagian samping bawah tanggul penahan banjir, mirisnya lagi penahan tanggul yang lama sekitar kurang lebih panjang lima meter, tinggi lebih kurang satu meter tidak dibongkar, langsung di sambungkan dengan bangunan yang baru, disini ada indikasi dugaan korupsi, sebutnya. (Tim)
