Madina, JournalisNEWS com – Sikap Kepala Desa Tambangan Jae tidak layak dicontoh pejabat manapun, pasalnya kades langsung menutup telepon selulernya dan tidak menjawab konfirmasi awak media saat mempertanyakan kegiatan penyaluran BLT DD di daerahnya. Jumat, (4/10/2024) sekira pukul 13.40 WIB.
Awak media menelepon Kepala Desa Jamuddin lantaran kades tidak ada di tempat saat pembagian BLT DD tersebut, awak media juga sempat memperkenalkan diri, namun ironisnya bukannya menjawab komfirmasi kades malah langsung menutup telepon selulernya.
Pantuan awak media saat berkunjung ke Desa Tambangan Jae Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina pada Jum’at, (4/10/2024) sekira pukul 09.00 Wib, melihat warga berkerumun di halaman Madrasah MDTA Tarbiyah Islamiah dan melihat ada aparat desa sedang memanggil warganya satu persatu dengan memberikan uang senilai 500 ribu per orang.
Saat awak media mempertanyakan prihal kegiatan tersebut pada beberapa warga, warga Desa Tambangan Jae berinisial NJ dan M menjelaskan, bahwa sebanyak 46 orang warga termasuk dirinya tidak puas dengan penerimaan uang senilai Rp.500.000 dari penyaluran BLT DD selama enam bulan.
“Pembagian BLT DD oleh Kades telah dilakukan sejak tahap 1 dulu kami terima Rp.650.000 selama tiga bulan, hari ini, ada 46 orang yang menerima BLT dan masing masing menerima senilai Rp 500.000, termasuk saya, keluh M, kami tidak tau apa sebabnya kenapa desa kami berbeda dengan desa lain yang menerima BLT 300 perbulannya, dan kami hari ini hanya menerima 500 ribu selama enam bulan, cobalah ibu tanyakan langsung sama kepala desanya, kalau kami tidak berani bertanya,” keluh warga.
Sementara itu, awak media mencoba mengklarifikasi keluhan warga kepada salah satu aparat desa yang sedang duduk di lokasi saat kegiatan pembagian. Kepada awak media dikatakannya bahwa untuk tahap ini kami bagi langsung untuk enam bulan senilai Rp.1.800.000 per KPM dan yang menerima sebanyak 46 KPM,”ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai keluhan warga yang menerima BLT tahap ini hanya menerima Rp.500, 000 untuk pencairan selama enam bulan ini, sementara bulan lalau menerima senilai 650 ribu untuk pencairan selama 3 bulan. Aparat desa menerangkan, ‘kalau soal itu memang benar tapi itu lantaran supaya adil buat masyarakat, taulah biar aman aja masyarakat,”paparnya, kemudian saat awak media menanyakan lagi siapa siapa yang hadir dalam penyaluran BLT DD ini, hanya kami 5 kaur dan 5 BPD,”ungkapnya.
Sementara itu terpantau awak media memang penyaluran BLT DD tidak dihadiri oleh Kepala Desa, Camat, Kapolsek, hanya beberapa 5 Kaur dan 5 BPD yang ada di lokasi saat awak media meliput. (Tim)
