Dairi, JournalisNEWS.com – Berita adanya aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa akhir-akhir ini di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang beredar dan dibagikan digrub Dairi Kekelengen diduga ada kepentingan dan ditunggangi.
Dedi Kurniawan Angkat SH seorang Advokat juga sebagai pendiri GMPD, mengutuk aksi tersebut setelah mengetahui bahwa aksi yang dilakukan adek-adek mahasiswa tersebut diduga tidak murni sebagai pergerakan yang idealis. Saya dulu membentuk GMPD bukan untuk kepentingan pribadi, saya murni bentuk untuk membenahi Dairi, sebagai gerakan moral. Anehnya ada orang-orang yang mengatasnamakan GMPD untuk Aksi, terlebih orang-orang yang melakukan saya tidak kenal.
Saya juga mendapat informasi ada oknum berhasil meminta uang mengatas namakan GMPD untuk membuat Sekertariat GMPD. Belakangan gerakan yang mengatas namakan GMPD tidak lagi bergerak di ranah gerakan moral, orientasi aksi yang dilakukakan sangat pragmatis dan kepentingan pribadi, Isu dijadikan sebagai kemasan utk meminta sesuatu kepada isu yang dituju.dan berharap adanya nego nego kepentingan pribadi. Saya pribadi sangat kecewa dan mengutuk perbuatan mahasiswa seperti ini.
Bukan saya melarang mahasiswa buat menyampaikan aspirasi, tapi jangan bawa-bawa GMPD apalagi untuk kepentingan pribadi. Siapa yang ngak tau GMPD itu bentukan saya kalau mau rusak jangan pakai apa yang saya bentuk, biar saya juga tidak dicap jelek, kalau adek mahasiswa itu mau pragmatis gitu, buat mainan sendiri, saya tidak pernah mengajarkan yang tidak baik. Tutur Dedi.
Turut berduka citalah atas matinya idealis pemuda Dairi. Idealis Para Pemuda menjadi barang yang sukar, ketika aksi dilakukan karena ada yang bayar, atau keserakahan tak terbayar. Tak terbayang kalau orang seperti ini bisa akomodir dan pimpin ratusan hingga ribuan massa. Masih kualitas hitungan jari saja yang dipimpin sudah terlihat karakter binatang yang buas, pungkas Dedi menutup. (K.Ujung)
