Sibolga, JournalisNEWS.com – Telah terjadi insiden antara tiga orang penumpang dengan pemilik PT.Raflesia Nauli hendak berangkat hari ini tujuan Medan. Yang mana ketiga orang penumpang tersebut salah satunya saya sendiri Uli, Lasma dan T.br Tompul. Kamis (27/4/3023) sekira pukul 11.25 Wib.
Dengan mobil Wuling dengan nomor polosi BK 1640 ADK warna putih. Dimana supir beerinisial M mengeluarkan barang barang milik penumpang tersebut juga barang-barang Lasma dan T.br Tompul dari bagasi mobil berupa tas tanpa persetujuan.padahal sebelumnya, padahal tas milik penumpang bertiga telah tersusun rapi dari loket.
Awalnya saya mengganggap hal yang positif terhadap supir M pada saat mengeluarkan tas kami bertiga dari bagasi mobil, sebab pemikiran saya saat itu, siapa tahu penyusunan barang ulang kembali.tiba-tiba supir menaikkan dua orang perempuan, satunya separuh baya dan yang satunya lagi bahenol mirip nyonya menir dan menyusun barang- barang kedua orang perempuan tersebut ke bagasi mobil. Spontan saya datangi dan sembari saya mengingatkan kepada kedua perempuan tersebut untuk pindah ke bangku belakang.
Tiba-tiba supir M datang menghampiri kami bertiga, sebaliknya menyuruh kami bertiga yang mengalah pindah ke bangku belakang. Jelas-jelas saya menolak karena kami bertiga resmi bertiket dan tertulis di tiket tersebut nomor bangku masing-masing.
Selanjutnya, saat itu juga terjadi perang mulut dan gontok-gontokan antara penumpang dan supir. Di kesempatan itu juga saya coba hubungi kepolisian, namun tidak ada tersambung dan terjawab. Akhirnya saya ambil keputusan bijak agar supir mengembalikan uang tiket dan kami batalkan berangkat ke Medan. Selang satu jam tiba -tiba datang arahan petunjuk dari kepolisian agar melaporkannya ke pos kepilisian yang bertugas di Pelabuhan Sibolga Sambas.
Namun rasa kekecewaan saya hari ini akibat ulah supir PT.Raflesia Nauli menjadi pelajaran buruk ke depannya. Yang mana telah mencoreng nama baik citra Kepolisian Sibolga yang telah dipercaya oleh masyarakat Sibolga hal dalam ketertiban, pengamanan dan kenyamanan masyarakat Sibolga.
Himbauan kepada aparat hukum untuk, segera mengusut pihak loket PT .Raflesia Nauli dan supir tersebut yang beralamat kantor di Jalan Horas Pelabuhan Sambas Sibolga agar tidak semena-mena terhadap penumpang demi menjaga citra kinerja kepolisian yang beberapa bulan ini sudah sangat bagus dalam penertipan, penyelamatan serta kenyamanan penumpang arus mudik di Kota Sibolga. (Uli Sinambela)
