Madina, JournalisNews.com – Pembangunan jembatan di ruas jalan kayu laut – Sirambas Kecamatan Panyabungan Selatan diduga terlantar. Anggaran pembangunan yang bersumber dari APBD TA 2022 senilai Rp750 juta itu semakin menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat setempat.
Pasalnya, proyek pembangunan jembatan gawean Dinas PUPR Bidang Binamarga Pemkab Mandailing Natal yang antara jalan Kayu laut dan Desa Sirambas di nilai belum rampung.
“Luar biasa! Masa iya sih jembatan senilai Rp750 juta dibangun seperti ini? Mahal-mahal dibangun tapi hanya seperti ini dan timbunan jalan diambang kelongsoran” ungkap seorang pengendara yang melintas
Sopir yang melintas tersebut menduga jika perusahaan rekanan pelaksana pengerjaan jembatan tersebut hanya mencari keuntungan tanpa memikirkan kepentingan masyarakat banyak.
“Saya selaku sopir aja bisa menilai jika pemborong yang membangun jembatan ini hanya mencari untung besar. Untuk apa jembatan ini dibangun sebenarnya kalau hanya cuma bisa dilewati dengan ekstra hati-hati” ujar Sopir tersebut ,Selasa (14/02).
Proyek Jembatan Rp750 Juta Diduga Mangkrak, Bagaimana ini Dinas PUPR Madina?
Ironisnya, jembatan yang selesai dibangun terindikasi buruk dengan anggaran 2022 tersebut di salah satu badan jembatan hampir longsor tanpa dek .
Jembatan yang di bangun hanya berlantai kayu dan penyanggah dari kayu batang kelapa yang tertancap.
Pejabat pembuat komitmen (PPK) diduga dalam pembangunan jembatan tutup mata dan terkesan kongkalikong dengan kontraktor sebab dengan anggaran sebesar ini pengerjaan masih belum rampung.
Selaku pengguna anggaran Plt Kadis PUPR Madina saat dikonfirmasi by WhatsApp hanya bungkam.(RG)
