24.3 C
Medan
Minggu, Juni 21, 2026
BerandaDaerahPers Tidak Profesional Mengundang Semakin Banyak 'Penumpang Gelap'

Pers Tidak Profesional Mengundang Semakin Banyak ‘Penumpang Gelap’

Date:

Catatan Didit Arjuna
Wartawan JournalisNEWS.com Nagan Raya

Dewasa ini, tidak sedikit pihak pihak yang seolah alergi wartawan. Hal itu dikarenakan wartawan yang datang seharusnya menjalankan fungsi jurnalistik malah berprilaku seperti petugas sosial. Bahkan, terkadang bertindak seolah pihak audit yang mengkoreksi berbagai hal.

Nah, citra inilah yang terbangun terus menerus di opini masyarakat sehingga dia seperti virus yang terus menerus menginveksi di seluruh lapisan masyarakat. Yang kemudian levelnya meningkat dan menjangkit keluar masuk Kantor Dinas Pemerintahan.

Seperti petugas sosial, tidak menjalankan fungsi konfirmasi untuk kepentingan melengkapi berita, hanya bertanya kabar, sehat atau tidak dan membicarakan hal hal yang tidak tentu arah. Tidak melakukan konfirmasi hanya duduk berjam jam, seperti menunggu menghabiskan waktu, pada dilema itu pertanyaan yang muncul adalah, menunggu apa, tentu dengan kalimat tanya.

Kemudian seperti auditor, mondar mandir pertanyaan hitung menghitung, mengkoreksi berbagai hal, muter muter yang ujung ujungnya terkesan menekan narasumber dengan hal hal sepele, juga terkesan di dongkrak menjadi persoalan besar yang berdampak besar. Tentu harapannya sendiri adalah, narasumber tertekan, padahal efek yang ditimbulkan mereka terkesan terhakimi, padahal wartawan bukan hakim.

Prilaku inilah yang terus menerus menginveksi berbagai lapisan masyarakat dan pejabat sehingga menimbulkan rasa alergi ketika mendengar kata wartawan bagi sebagian pihak.

Pada pengantar Standar Kopetensi Wartawan (SKW) yang diterbitkan Dewan Pers Tahun 2010 disebutkan, wartawan selain disanjung juga disergap citra buruk. Kemudian disebutkan pula, kemerdekaan Pers yang tidak profesional yang dalam artian tidak tunduk pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan UU tentang Pers akan mengganggu kemerdekaan Pers itu sendiri.

Selain itu, terlalu banyak Pers yang tidak profesional akan mengundang semakin banyak ‘penumpang gelap’ kemerdekaan Pers. Walhasil, di balik kemerdekaan pers yang gagah, kemerdekaan Pers sering di pakai untuk memeras, menipu dan menakut nakuti.

Faktanya, dari apa yang pernah diwanti wanti oleh dewan Pers itu di era digitalisasi saat ini, di mana mudahnya bermunculan media media digital atau portal portal berita, efeknya mulai dirasakan hingga pelosok Desa, selama jaringan internet dan android bersinergi selaras. Penumpang gelap kemerdekaan pers dan tidak profesional berasa seperti momok yang menakutkan atau virus yang menginfeksi.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita Daerah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

reisx.com reisx.com deneme1 canimx deneme1