Medan, JournalisNEWS.com – Dalam rangka HUT ke-76 yang jatuh pada tanggal 22 Juni 2022 mendatang, Corps Polisi Militer TNI Angkatan Darat, Pomdam I/BB dan jajaran melaksanakan kegiatan Doa Bersama di Masjid Baiturrahman Jl. Gaharu Medan Timur, Kamis (16/6/2022).
Dengan mengusung tema “Responsif Dan Berintegritas” Doa Bersama dipimpin Danpomdam I/BB Kolonel CPM Daniel Prakoso, S.IP yang diwakili Dandenpom I/5 Medan Letkol CPM Letkol Amal A.Tarigan, SH, M.IP, Perwira dan seluruh personil.
Turut hadir pengurus BKM Baiturahman beserta ibu-ibu pengajian dan masyarakat sekitar. Adapun kegiatan diawali dengan tausyiah oleh Bintaldam I/BB Mayor (Inf) Jalaluddin. Dalam tausiahnya Mayor Inf Jalaludi mengajak masyarakat umat muslim khususnya personil Pomdam I/BB dan jajaran untuk tetap melaksanakan kewajiban sholat lima waktu.
“Selain kita diwajibkan selalu sujud kepada Allah SWT, tidak kalah penting kita tidak boleh sombong dengan pangkat dan jabatannya,”ungkapnya. Masih menurut Mayor Inf Jalaluddin, dalam kehidupan tidak terlepas dari masalah.”Untuk semua persoalan atau masalah hendaknya kita mengadu atau curhat kepada Allah taala,”ajak Mayor Inf Jallaludin.
Terakhir Mayor Inf Jallaludin mengajak personil untuk dapat menyisikan waktu untuk selalu yang pertama Mu’ahadah adalah mengingat perjanjian dengan Allah SWT. Sebelum manusia lahir kedunia, masih berada pada alam gaib, yaitu di alam arwah, Allah telah membuat “kontrak” tauhid dengan roh.

Ke dua, Mujahadah artinya adalah bersungguh-sungguh, sedangkan nafs atau an nafs berarti diri sendiri. Makna mujahadah an nafs adalah bersungguh-sungguh melalui pengendalian diri agar tidak melakukan kesalahan.
Ke tiga, Muraqabah adalah keadaan merasakan kehadiran Allah di dalam segala kondisi. Dalil mengenai muraqabah adalah Surah Asy-Syu’ara ayat 218-219. Muraqabah menjadi salah satu prinsip akhlak yang sesuai dengan ajaran Islam. Muraqabah merupakan salah satu ajaran tarekat.
Ke empat, Muhasabah merupakan introspeksi diri. Muhasabah biasanya dilakukan malam hari sebelum beristirahat, yaitu dengan mengoreksi segala sikap, kelemahan, perbuatan, kesalahan, diri di sepanjang hari tersebut. Ke lima, Beramokobah memberikan sangsi terhadap diri kita ketika ada ibadah yang biasa kita laksanakan tapi lupa, diganti atau diambil ibadah yang lain.
Kesimpulannya dari tausiyah yang disampaikan Jamaluddin yakni kita harus fokus mempersiapkan diri kita pulang kampung ke surga. Terakhir kegiatan dilanjutkan Doa Bersama dan Sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Baiturahman. (Abd Halil)
