23.1 C
Medan
Jumat, Juli 31, 2026
Berandamedan utaraMeningkat Signifikan, Ekspor Lobak Asal Sumut di Pasar Jepang

Meningkat Signifikan, Ekspor Lobak Asal Sumut di Pasar Jepang

Date:

Belawan, JounalisNews.com – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mencatat adanya peningkatan permohonan fasilitasi ekspor  Lobak  asal Sumatera Utara (Sumut) yang cukup signifikan di pasar Jepang.
Berdasarkan data lalu lintas komoditas pertanian, IQFAST Karantina Pertanian Belawan tercatat fasilitasi ekspor lobak tersebut selama bulan Januari hingga April  tahun 2022 sebanyak   71,8 ton   dengan nilai ekonomis Rp 1,2 miliar.
Hal ini meningkat sebanyak 88,94   %  dibanding periode sama tahun 2021  yang hanya berhasil mencatat sebanyak  38 ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp. 464 juta saja.
Kepala Karantina Belawan Andi PM Yusmanto mengatakan melalui keterangan persnya (19/4), tahun 2020, ekspor lobak pada periode yang sama tidak ada permintaanya.
“Kenaikan ekspor yang cukup signifikan tentunya menjadi kabar menggembirakan dan ini  merupakan sinyal optimis  bagi petani lobak Sumut,” ujar Andi.
Menurut Andi, saat ini pasar Lobak asal Sumut ini hanya negara  Jepang.  Biasanya diekspor dalam bentuk lobak rebus dan digunakan di negara tujuan ekspor sebagai bahan makanan.
Lebih lanjut Andi menjelaskan pihaknya selaku koordinator upaya peningkatan ekspor pertanian di Sumut mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian yang digagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo,red ) dengan terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong ekspor lobak dan berharap supaya eksportir dan negara tujuan ekspor lobak semakin banyak.
“Kami secara intens melakukan bimbingan teknis,  sanitari dan fitosanitari  sebagai persyaratan negara tujuan ekspor, meningkatkan sinergisitas instansi terkait serta memberikan kemudahan bagi eksportir dalam perijinan supaya proses ekspornya cepat untuk mendorong tumbuhnya eksportir lobak baru,” tutur Andi.
Dorong  Ekspor  Komoditas Pertanian
Bambang,  Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) dari tempat terpisah, memberi apresiasi kepada petani dan eksportir lobak  yang berhasil mengekspor  lobak kembali dengan jumlah ekspor yang meningkat.
Sebagai informasi, BPS merilis ekspor pertanian pada bulan Maret 2022 mencapai US$ 430 juta, atau tumbuh positif sebesar 23,27 persen bila dibandingkan bulan Februari (M to M) atau 7,67 persen bila dihitung secara tahunan (Y to Y).
Dengan pertumbuhan ini, sekto pertanian turut memberikan kontribusi sebesar 1,61 persen terhadap total ekspor non migas di Bulan Maret 2022.
“Pendampingan, percepatan layanan  karantina dan membuka akses informasi bagi pelaku usaha ekspor baru terus kita tingkatkan. Sejalan dengan peningkatan produksi dan kualitas komoditas dari hulu hingga hilir yang terus digencarkan direktorat teknis. Tidak lupa, sinergisitas dengan pihak terkait baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha juga terus diperkuat. Harapannya target Gratieks yang telah ditetapkan dapat tercapai di tahun 2024 mendatang,” pungkas Bambang.(Abdul Halil)

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita Daerah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

reisx.com reisx.com deneme1 canimx deneme1