Madina, JournalisNEWS.com – Kondisi dek penahan tanah Sungai Ranto Puran di Desa Gunung Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tepatnya sekitar Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dek penahan tanah rusak berat.
Kondisinya sudah berlobang dan menggantung sekitar 1,5 Meter juga mengancam jembatan Gantung (Rambin) yang bertepatan di hilir MDA serta sekitar SD negeri Inpress kondisi dek sudah rusak berat yang disebabkan meluapnya Sungai Ranto Puran baru-baru ini.
Desa Gunung Tua Jae temasuk salah satu daerah di Mandailing Natal yang terdampak akibat banjir di musim hujan ini setelah beberapa desa pada beberapa kecamatan di Madina. Salah seorang warga Ahmad Yasin (50) mengatakan, bahwa kerusakan itu sudah seharusnya ada upaya perbaikan dari pemerintah. Kamis, (6/1/2022).
Menurutnya, dek penahan tanah ini sudah seharusnya di erbaiki untuk menghindari kerusakan pada bagian lain tidak semakin parah. Sebab kata Yasin jika kondisi ini tetap dibiarkan dikhawatirkan akan membuat dek akan rusak total. MDA Gunung Tua Jae ysng baru berumur lima tahun setelah dibangun kembali setelah pernah hanyut beberapa tahun lalu akibat luapan Sungai Ranto Puran sebanyak 8 ruangan kelas.
“Mengingat ada 150 Meter yang rusak dek ini rusak berat dan segera diperbaiki serta adanya normalisasi Sungai Ranto Puran,”beber Yasin. Yasin menyebutkan juga telah hadir Ketua DPRD Madina dan Anggota DPRD Madina dari Fraksi Partai Gerindra Madina H, Zainuddin (Udin Chino) untuk memantau jatuhnya dek tersebut.
Melalui Yasin, Zainuddin mengungkapkan dek ini akan dibangun melalui Dana Tak Terduga (TT) dalam rangka penanganan darurat bencana. “Kita Warga Gunung Tua Jae sudah menyurati Bupati Mandailing Natal,”lanjut Yasin. Seterusnya Yasin berharap pemerintah daerah agar segera menampung anggaran di BPBD Madina untuk alokasi perbaikan dek penah tanah Sungai Ranto Puran Gunung Tua Jae. (RG)
