Medan Labuhan, JournalisNews.com – Halaman parkir Pasar Inpres Simpang Kantor, Medan Labuhan, bertransformasi menjadi panggung kultural yang megah dan sarat akan marwah persaudaraan pada Sabtu malam (11/7/2026).
Menembus riuhnya malam, ratusan pasang mata menjadi saksi sejarah berkumpulnya keluarga besar etnis dan fungsional dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Perdana Partukkoan Bona Dame Simpang Kantor.
Mengusung tema filosofis, “Merajut Persaudaraan, Menghidupkan Perdamaian, Sejiwa dalam Partukkoan Bona Dame,” momentum ini bukan sekadar seremoni hari jadi, melainkan sebuah refleksi manifesto kultural yang menyuarakan pesan perdamaian bagi masyarakat luas.
Kemegahan perayaan yang berlangsung khidmat sejak pukul 20.00 WIB ini kian berbobot dengan kehadiran Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Hanura (Dapil 2), Bapak Janses Simbolon. Kehadiran sang legislator tidak hanya bertindak sebagai wakil rakyat, melainkan juga sebagai pilar utama yang menyulut roda semangat kepanitiaan.
Dukungan sinergis juga mengalir erat dari konstelasi tokoh pemuda dan adat. Di antaranya hadir Pungguan Toga Manalu dohot Boruna, Partukkoan PSC Cingwan, Unsur Muspika Kecamatan Medan Labuhan, perwakilan Kecamatan Medan Belawan, Partukkoan Marsada Jalan Sumatera Belawan, Pemuda Batak Bersatu (PBB), serta jajaran undangan kehormatan lainnya.
Gong acara resmi ditabuh melalui kata sambutan dari Ketua Panitia, Nelson Siregar, yang didampingi oleh Sekretaris Toga Pasaribu dan Bendahara br. Silalahi. Mengawali orasinya, Nelson menggetarkan emosi massa melalui petikan pantun Melayu-Batak yang anggun:
Pucuk berpaut di dahan beringin,
Tempat berteduh kala senja datang.
Satu tahun sudah erat menjalin,
Partukkoan Bona Dame tegak gemilang.
Dalam pidato kebudayaannya, Nelson secara khusus melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Janses Simbolon atas Suport dan dukungan moral maupun material yang menjadi jangkar kesuksesan pesta adat ini. Didampingi Ketua Harian Badan Pengurus Harian (BPH) Ramlan Simbolon, Nelson mengajak seluruh anggota untuk menanamkan kompas kehidupan organisasional yang konstruktif.
”Untuk menakhodai visi besar ini, kita wajib menancapkan sebuah kompas kehidupan yang kokoh di dalam sanubari, yaitu: Saling Mengerti, Saling Bantu, Saling Isi, serta Saling Jujur dan Transparan. Saat ego sektoral mulai meninggi, mari kita saling mengerti. Saat saudara kita goyah, mari kita saling bantu. Saat ada celah kekurangan, mari kita saling isi. Dan sebagai pengikat sakralnya, mari selalu jujur. Saya garansi, jika narasi ini melekat erat di dada kita, tidak akan ada badai perselisihan yang mampu meruntuhkan rumah besar Partukkoan Bona Dame,” tegas Nelson Siregar yang langsung disambut riuh aplaus ratusan hadirin.
Puncak emosional acara terjadi saat jajaran BPH Partukkoan Bona Dame secara resmi mendaulat Bapak Janses Simbolon sebagai Anggota Kehormatan perkumpulan. Prosesi sakral ini ditandai dengan penyerahan uniform (baju kebesaran) resmi Partukkoan Bona Dame, yang kemudian disusul dengan ritus Mangulosi.
Pemberian kain ulos ini melambangkan restu kosmis, kehangatan persaudaraan, serta untaian doa agar karier politik dan kesehatan sang legislator senantiasa diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Menerima penghormatan tertinggi tersebut, Janses Simbolon memberikan pidato balasan yang tegas, taktis, dan berwibawa. Petuah politiknya menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan kelembagaan bagi sebuah organisasi kemasyarakatan.
”Selamat Ulang Tahun perdana untuk Partukkoan Bona Dame. Semoga ke depan perkumpulan ini kian kompak, jaya, dan langgeng. Harapan besar saya, organisasi ini harus mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dengan kokoh. Ingat, walaupun gelombang tsunami cobaan datang menghantam, Partukkoan Bona Dame harus tetap teguh berdiri dan mampu menjadi mercusuar atau contoh keteladanan yang baik bagi partukkoan-partukkoan lainnya,” ucap Janses Simbolon lugas.
Menjelang akhir protokoler, Nelson Siregar menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan fasilitas penyambutan, seraya mengikat rasa persaudaraan para tamu melalui bait penutup:
Tenun ulos tenunan lama,
Dipakai indah saat pesta adat.
Mari bersatu di Bona Dame,
Saling mengisi, persaudaraan makin erat!
Sebagai penanda tekad yang bulat, seluruh pengurus, anggota, dan undangan berdiri serentak menghadap panggung utama. Dengan mengepalkan tangan kanan erat-erat di dada, mereka menggemakan yel-yel perjuangan:
”Partukkoan Bona Dame! Satu Barisan, Satu Tujuan!”
Pekikan ini bergaung membelah malam, mengunci komitmen persatuan menuju masa depan yang lebih cerah. Malam bersejarah tersebut kemudian ditutup dengan pesta rakyat yang luar biasa semarak. Panggung bergetar lewat tarian Tor-Tor dari pengurus dan panitia serta seluruh anggota Partukkoan Bona Dame, disusul penampilan magis dari grup legendaris Marsada Band dan Pius Band yang berhasil menghipnotis penonton untuk larut dalam harmoni budaya dan musik modern.
Perayaan ini menjadi penanda fajar baru bagi perjalanan Partukkoan Bona Dame Simpang Kantor—sebuah rumah besar yang solid, berwibawa, dan siap membawa dampak nyata bagi masyarakat luas.(JN -Abdul Halil)
