Madina, JournalisNEWS.com – dr Yulida Nehri selaku Kepala UPTD Puskesmas Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terkesan menolak saat wartawan ingin meminta wawancara seputar pelaksanaan kegiatan Integrasi Pelayanan Primer (ILP) Posyandu Terintegrasi yang dilakukan di pendopo Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan. Jum’at (25/10/2024).
Seharusnya sebagai Kepala Puskesmas harus lebih terbuka memberikan informasi seputar kegiatan yang dilakukan agar diketahui oleh masyarakat, namun sangat disayangkan Kepala Puskesmas Panyabungan Jae dr Yurida Nehri dengan nada tidak bersahabat menolak menjawab pertanyaan wartawan, seperti tidak bertanggung jawab adanya kegiatan Integrasi Pelayanan Primer untuk masyarakat Desa Parbangunan saat mengikuti pelatihan yang begitu antusias mendukung program pemerintah.
Eka Wardani selaku jurnalis salah satu media online merasa sangat kecewa terhadap Kepala Puskesmas Panyabungan Jae yang enggan diwawancarai awak media, padahal beberapa media hanya untuk liputan kegiatan Integritas Layanan Primer Terintegrasi di Desa Parbangunan, saya berharap kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal agar memberikan sangsi terhadap Kepala Puskesmas Panyabungan Jae yang tidak menghargai kinerja awak media, jelasnya.
Terkait hal tersebut Kepala Puskesmas Panyabungan Jae selayaknya dilaporkan kepada instansi terkait. Bahkan perlu juga dilaporkan kepada pihak tim penilai Provinsi Sumatera Utara agar memberikan sangsi terhadap Kepala Puskesmas Panyabungan Jae.
Karna kerja para Jurnalistik, para wartawan secara hukum dilindungi melalui UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, karena itu upaya menghalangi kerja jurnalistik bisa saja dipidana, dari sudut Pers tidak boleh, pihak manapun menghalangi kerja jurnalis tanpa terkecuali. Pungkasnya
Sampai berita ini diterbitkan Kepala Puskesmas Panyabungan Jae belum bisa ditemui untuk konfirmasi. Dan hanya menyampaikan, ini bukan saya panitianya, ini dari dinas, kami peserta disini, saya dinilai ini,”kata Kepala Puskesmas sambil meninggalkan awak media. (Juliani Nst)
