Madina, JournalisNews.com – Terkait Bangunan Laboratorium Komputer (Labkom) yang mangkrak pembangunannya dan perangkat Mobiler yang belum tersedia di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mandailing Natal yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (Dak) Tahun Anggaran 2022 Dinas Pendidikan Madina,Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Madina Dollar Hafrianto Siregar mengatakan sudah dilaporkan kepada Inspektorat Madina.
Hasil investigasi wartawan (Tim) mendapati pembangunan Laboratorium Komputer (Labkom) SMP Negeri 6 Muara Batang Gadis (MBG) tepatnya di Desa Tabuyung terlihat masih banyak yang belum terselesaikan pengerjaannya, seperti teras belum di kramik, ventilasi udara belum terpasang, asbes terlihat berair berarti ada yang bocor pada atap (Seng) ,instalasi listrik belum terpasang sempurna, mobiler belum ada (komputer, AC ,meja Komputer, rak Komputer, infokus ( proyektor), meja guru, lemari penyimpanan komputer, karpet, kursi dan lain sebagainya. Padahal pencairan anggaran sudah 100 % dari sumber Anggaran Dana Alokasi Khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2022.
Investigasi tim wartawan tidak terhenti di situ saja, ada beberapa sekolah di Kabupaten Mandailing Natal yang masih belum rampung penyelesaiannya namun sudah di cairkan 100 % kepada Kontraktor.
Pembangunan laboratorium komputer di SMP Negeri 3 Kecamatan Batang Natal juga masih terbengkalai padahal tahun anggaran 2022 sudah usai. Sungguh miris nasib pelajar di Madina yang kurang fasilitas penunjang pembelajaran.
Hasil investasi wartawan di lapangan tentang pembangunan laboratorium komputer masih banyak kekurangan dan di duga syarat korupsi, pasalnya sudah lewat tahun 2022.
Sementara itu,usai melakukan pelantikan Kepala Sekolah di Gedung Serba Guna (Parbangunan),Dollar Hafrianto Siregar selaku Plt Kadis Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal saat dikonfirmasi tentang pembangunan Laboratorium Komputer yang terbengkalai mengatakan hal ini sudah dilaporkan kepada Inspektorat Madina.Kamis (2/2/2023).
“Sudah dilaporkan hal tersebut kepada Inspektorat dan kita tetap mengedepankan mediasi. Kasihan juga anak-anak kita yang jadi korban.Untuk mobilernya sedang dalam proses didistribusikan ke sekolah-sekolah” pungkas Dollar.(RG)
