Madina, JournalisNEWS.com – Anggota Badan Anggaran dari Fraksi Amanah Berkarya DPRD kabupaten Mandailing Natal (Madina) Asmaruddin Nasution, mendesak dan meminta Inspektorat segera memeriksa seluruh kepala desa di Kabupaten Mandailing Natal pada Rapat Banggar Pembahasan R.APBD TA 2023 pada tanggal 28 November 2022 di ruang rapat Paripurna DPRD Madina. Hal itu sangat mendesak untuk pertanggung jawaban seorang kades.
Aset desa dan inventaris desa mutlak milik desa tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Sebagai pengguna anggaran harus mempertanggung jawabkan apa saja yang dibelanjakan untuk keperluan desa termasuk aset atau inventaris. Hal itu di ungkapkan Asmaruddin saat dikonfirmasi di kantin Masjid Agung Nur Alan Nur Aek Godang, Rabu, (30/11/2022).
Asmaruddin menyampaikan sudah memberitahu dan meminta kepada inspektorat untuk periksa seluruh kades di Madina tentang penggunaan Dana Desa (DD). Asmaruddin juga menyampaikan pada rapat DPRD kepada Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Inspektorat untuk hal itu.
” Sudah disampaikan untuk melakukan pemeriksaan setiap desa di Kabupaten Mandailing Natal kepada Inspektorat dan disegerakan. Pasalnya, tidak lama lagi akan berakhir masa jabatan Kades di Madina dan Plt. Sebelum pemilihan atau kades terpilih setelahnya pasti akan serah terima jabatan dan serah terima seluruh Aset Desa kepada Plt. Kades atau kades baru,”ungkap Asmar.
Asmar juga menjelaskan, sekecil apapun aset desa harus dipertanggung jawabkan oleh pengguna anggaran yakni Kades. Asmar menjelaskan lagi, bahwa setiap kades untuk mempertanggung jawabkan seluruh APBDes tanpa terkecuali. “Mengenai Desa Huta Godang Muda Kecamatan Siabu itu bukan sentimen saya kepada Kadesnya, sebabnya saya bicarakan dalam Rapat DPRD Madina karena banyak laporan masyarakat dari desa Huta Godang Muda terkait penggunaan Dana Desa yang diduga banyak yang tidak direalisasikan begitu juga halnya temuan Inspektorat yang harus dikembalikan,”jelas Asmar lagi.
Di tempat berbeda Kades Huta Godang Muda Kecamatan Siabu Arpin Lubis saat di konfirmasi terkait Nama Desanya terseret dalam pembahasan di DPRD pada waktu Rapat Banggar Pembahasan R.APBD T.A 2023 pada tanggal 28 November 2022 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Madina.
“Semua yang dianggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) bisa di pertanggung jawabankan dan tidak ada yang fiktif. Setiap program di desa ada tahapannya, namun kadang warga tidak sabar dan menganggap tidak direalisasikan. Semua yang ada di APBDes sudah saya realisasikan dan salurkan, berupa barang sudah ada di Desa. Beberapa item belum realisasi pada anggaran tahun ini dan akan direalisasikan pada tahap akhir DD tahun ini, misalkan Jetor masih bisa di tahap akhir. Pembelian jetor bisa direalisasikan begitu cair anggaran bisa langsung dibelanjakan, makanya didahulukan pada item fisik,”jelas Arpin, Kamis (1/12/2022).
” Terkait bibit, tidak pernah dianggarkan untuk pengadaan bibit dan sepengetahuan saya di kecamatan Siabu tidak ada pengadaan bibit yang bersumber dari DD,”jelas Arpin lagi. Mengenai temuan Inspektorat Dana Desa T.A 2021 sebesar seratus tujuh belasan juta rupiah, Arpin Kades Huta Godang Muda membenarkan sudah dikembalikan dan disetor ke rekening desa.
“Temuan Inspektorat T.A 2021 sudah saya kembalikan dan disetor ke rekening desa dan saya akui dan saya benarkan sudah di tarik kembali untuk dipergunakan dan dimanfaatkan desa. Perencanaan penggunaan dana sudah ditanda tangani oleh Ketua BPD dan pemanfaatan sudah di musyawarahkan di desa dan ada berita acaranya,” lanjutnya lagi.
“Mungkin bapak Asmaruddin Anggota DPRD Madina sayang kepada Desa Huta Godang Muda sehingga beliau perhatian kepada desa kami dan ucapan terima kasih kepada bapak Asmaruddin semoga menjadi pemimpin yang tegas dan penuh kasih sayang,”tutup Arpin.
Sementara Plt. Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Mukhsin Nasution S.Sos menjelaskan Dinas PMD sifatnya pembinaan dan untuk pemeriksaan itu tugas dari inspektorat. Mukhsin menjelaskan apabila ada yang belum direalisasikan segera direalisasikan kades untuk Dana Desa tidak hanya untuk Desa Huta Godang Muda tapi untuk semua desa di Mandailing Natal. (RG)
