Kamis, Juli 18, 2024
spot_img
spot_img
BerandaDaerahWarga Marah Bulan Suci Ramadhan Ternodai,Diduga Oknum Security PTPN IV Kumpul Kebo...

Warga Marah Bulan Suci Ramadhan Ternodai,Diduga Oknum Security PTPN IV Kumpul Kebo Dengan Karyawan Gapyeong BBQ

Deli Serdang, JournalisNews.com – Masakan khas Korean yang beralamat di depan Lapangan Segi Tiga Kota Lubuk Pakam Deli Serdang Sumatera Utara menyajikan berbagai masakan khas asal negeri Gajah Putih Korea yang saat ini sedang digemari oleh pengunjung sebagai makanan hidangan yang sangat digemari dengan menikmati sajian ala Internasional.
Namun di saat sajian masakan Gapyeong BBQ sedang berkembang pesat di Deli Serdang saat ini,tiba-tiba dihebohkan dengan digerebeknya oknum pekerja wanitanya itu sendiri diduga hidup seatap tanpa alias kumpul kebo atau tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah menurut undang-undang negara Republik Indonesia dengan seorang pria MFG yang berstatus telah memiliki istri sesuai data KTP yang dimiliki MFG bekerja sebagai Security atau Satuan Pengamanan (Satpam) di PTP Nusantara IV Kebun PT Adolina,Senin (27-03-2023) sekira pukul 01.45 Wib dinihari.
Dikonfirmasi awak media,Rahmat Kepala Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam bersama Bambang Kepala Dusun Pembangunan berikut anggota Babinsa Serka Rasuli,Senin ( 27-03-2023) sekira pukul.01.45 Wib mengatakan berdasarkan pengaduan warga bahwa ada di salah satu rumah yang beralamat di Desa Sekip Dusun Pembangunan ada seorang wanita dan pria yang notabenenya bukan suami istri namun hidup satu rumah tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah.
Tanpa mengulur waktu akhir pihak pemerintahan Desa yakni Kepala Desa bersama Kepala Dusun dan Babinsa Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang langsung menyambangi lokasi yang rumah dimaksud. Saat ditemui dalam rumah tersebut benar ada 5 orang yang menetap hingga saat ini sejak setahun yang lalu di dalam rumah gedung yang cukup luas dan bebas dalam melakukan aktifitas rumah tangga yakni terdiri 3 pria dan 2 wanita”terang Rahmad.
Selanjutnya Rahmat Kepala Desa Sekip melontarkan pertanyaan kepada penghuni rumah yang diduga dijadikan tempat kumpul kebo tersebut dan dijawab oleh mereka bahwa rumah gedung yang mereka tempati adalah sebagai Mess tempat tinggal sementara para pekerja Gapyeong BBQ.
Menurut pengakuan salah satu penghuni rumah yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengatakan hanya 4 orang saja yang bertempat tinggal di rumah Mess tersebut.
“Sedangkan 1 orang pria yang berinisial MFG warga Lingkungan Pasiran Simpang Tiga Pekan Perbaungan datang sebagai tamu yang berniat numpang menginap di Mess dengan alasan sepeda motor BK 4745 XAA milik MFG yang dikendarainya dalam keadaan rusak atau mogok”jelas salah seorang penghuni.
Diketahui dari warga sekitar menduga,kurang lebih sudah satu tahun lamanya para penghuni yang menempati rumah (Mess) tersebut tanpa melapor kepada Kepala Dusun.
“Selama ini menurut peraturan Desa,bila ada warga yang bertamu dalam kurun waktu 2 x 24 jam yang menumpang menginap di rumah salah seorang warga, maka tamu tersebut diwajibkan untuk melaporkan dirinya kepemerintahan Desa atau Dusun setempat.Tujuannya untuk dapat dimonitor dan menjaga keamanan yang bersangkutan”terang Rahmat
Untuk menindaklanjuti permasalahan dugaan kumpul kebo tersebut,menurut Rahmat,karena hari sudah larut malam sekitar pukul 02.35 Wib dini lhari,maka permasalahan tersebut dilanjutkan esok harinya sekira pukul 09.00 Wib di kantor Desa.
“Selain warga pendatang yang 4 orang ditambah 1 orang pria MFG selaku tamu agar dihadirkan dalam pertemuan pembahasan permasalahan ini berikut penanggungjawab dari pengusaha Gepyeong BBQ serta pemilik rumah yang telah memberikan izin untuk dijadikan Mess atau tempat tinggal para pekerja atau karyawan Gepyeong BBQ tersebut.Selanjutnya bagaimana hasil akhir keputusan akan ditentukan nanti oleh pihak pemerintahan Desa beserta Babhinkamtibmas dan Babinsa sebagai mitra keamanan Desa”sebut Rahmat lagi.
Terlihat di lokasi kejadian saat ditemui petugas Desa, MFG (29) oknum petugas Security PTP Nusantara-IV Kebun Adolina, dengan gaya seakan sebagai pemilik rumah terbukti di dalam rumah tersebut dalam keadaan tidak  mengenakan baju alias bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek saja.Selanjutnya teman wanitanya membisikkan agar MFG mengenakan pakaian.
Menurut informasi salah seorang warga yang tinggal di sekitar rumah yang dijadikan Mess karyawan atau pekerja Gapyeong BBQ itu,menjelaskan pria MFG bukan malam ini saja berada di Mess Gapyeong tersebut akan tetapi hampir setiap malam menginap di Mess itu.
“Bahkan pada hari-hari sebelumnya memang sering tidur dan menginap di rumah Mess itu , kedatangan MFG dari Perbaungan diduga memang ada hubungan spesial dengan wanita berstatus janda yang bekerja di Gapyeong BBQ itu.Sementara yang laki-laki statusnya masih memiliki istri”sebutnya warga dengan nada kesal.
Dikesempatan yang sama,Kepala Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam bersama Bambang Kepala Dusun Pembangunan menghimbau kepada Owner atau pemilik  Gapyeang BBQ segera melakukan tindakan tegas kepada oknum pekerja yang diduga telah berbuat mesum di tengah-tengah lingkungan masyarakat.
“Kepada Owner atau pemilik Gapyeang BBQ agar segera memberikan tindakan tegas kepada karyawannya yang diduga telah melakukan perbuat melanggar hukum berikut segera tuntaskan permasalahan yang sudah membuat masyarakat marah karena dianggap

Loading

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments